Menilik fenomena saat ini, membuat benchmark dan tergila gila..
Kenapa kita sibuk meniru orang lain, kita dilahirkan dengan keunikan yang hanya kita pribadi yang memilikinya. Meniru dan berusaha menjadi orang lain hanya membuat kita lelah dan selalu dikejar-kejar mode, takut ketinggalan dan merasa tidak percaya diri dengan apa yang dimiliki,
Kemungkinan pertama bagi orang orang yang seperti ini adalah, orang yang tidak memiliki identitas dan merasa perlu dan penting untuk meniru identitas orang lain, tidak memahami keunikan yang special yang Allah berikan hanya pada dirinya. Ia merasa tidak percaya diri dengan apa yang dimiliki atau dengan apa yang dilakukannya. Ia merasa apa yang dilakukan oleh orang lain sebagai budaya acuan yang lebih diterima oleh lingkungannya, orang orang seperti ini cenderung berusaha menarik perhatian orang lain dengan melakukan hal hal yang dianggap keren. Sebuah contoh kecil, apa sih substansinya memasang gelang karet ditangan, apakah akan berpengaruh pada kesehatan? Akan menjadikan lebih bermanfaat? Sepertinya tidak ada.. tapi semuanya lebih cenderung pada meniru apa yang dipakai oleh seseorang atau sekelompok figur masyarakat, merasa penting untuk meniru identitas itu dan merasa tertinggal jika tidak mengikutinya. Itu baru gelang karet, belum gaya rambut, pakaian, celana dan banyak lagi.., lalu jika pada suatu hari nanti figur massa ini memperkenalkan mode baru, ya itulah benchmark nya, jangan ditanya, etis tidak etis atau benar atau tidak benar, acuan benar dan salah sudah mengacu pada mode dan tidak mode.