Iniah negeri kita.. jangan malu, karna inilah realitanya…
Apa sebenarnya yang kita inginkan disini? Lupakah kita dengan cita-cita besar para pendiri bangsa ini, atau kita justru pura-pura menjadi korban yang terjebak dengan segala kebobrokan bangsa ini.. lalu merasa tidak bersalah dan tidak ingin ikut bertanggung jawab menyelamatkan kembali negeri ini, atau jangan jangan kita justru adalah bagian dari sistem yang memanfaatkan kebobrokan negeri ini, kebobrokan moral dan tidak adanya nilai-nilai etis yang dipahami oleh anak negeri ini.
Menjadi bagian dari bangsa yang besar ini adalah sebuah kesyukuran, ternyata negeri kita ini adalah negeri dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, negeri dengan generasi islamnya menjadi harapan bagi seluruh umat islam menjadi penggerak kembalinya kejayaan islam (amiiin).
Tapi apa permasalahannya ketika justru negara ini menjadi salah satu negeri terkorup di dunia, menjadi negeri dengan pemuda yang tidak bermoral. Apakah islam yang salah??? TIDAK… karna memang penduduk negeri yang mayoritas islam ini, Al Quran dirumahnya sudah dipenuhi dengan abu, mukenanya masih wangi dan bersih, sajadahnya masih baru dan buku-buku hanya menjadi pajangan ruangan tamu… (lucu) lalu mereka serta merta menyalahkan sistem pendidikan, menyalahkan pemerintah yang korup sementara mereka sendiri adalah manusia yang tidak pernah mengerti arti kejujuran, masih mencontek saat ujian, mengurangi timbangan, memakan riba, percaya takhayul dan kufarat lainnya.. (Islamkah yang salah??)
Coba tanya diri pribadi, apakah kita sudah menjadi generasi yang sudah berupaya menjadi pelaksana syariat islam, atau justru kita ada pada garda depan tukang protes kebijakan pemerintah,menjadi orang yang merasa kehidupan agama itu terpisah dengan politik, ekonomi, sosial budaya (sekuler) dan sebagainya atau menjadi pejuang demo bayaran dan menjadi orang yang ujiannya mencontek, lalu salahkah pembuat kebijakan jika orang yang akan menjalankan kebijakan adalah orang yang tidak pernah percaya dengan pembuat kebijakan dan pada ujungnya menjadi lingkaran setan kebobrokan negeri ini , kita hanya sibuk dengan kekuasaan, sibuk dengan uang dan sibuk dengan ijazah, pantas saja setiap kebijakan tidak pernah benar, karna orang yang memprotesnya juga tidak benar tapi merasa paling benar (tambah lucu)
Korupsi bukan hanya masalah pemerintahan, ia ada di manapun, tak terkecuali dikampus, korupsi hadir ketika ujian dilaksanakan, korupsi juga hadir saat melihat jimat… jadi pantaskah kita merasa kritikus pemerintahan korup ketika ujian kita masih mencontek atau ketika kita masih pakai jimat..
Apakah islam pernah mengajarkan umatnya untuk tidak jujur, islam juga tidak pernah mengaarkan kita umatnya untuk “mengakali” ujian, atau pernahkah islam mengajarkan kita untuk berorientasi pada ijazah semata?, islam mengajarkan kita untuk mencari ilmu, bukan mencari ijazah, gelar dan sebagainya..
Lalu jika negeri ini menjadi nominasi negeri terkorup, apakah yang salah adalah Islam? Atau kita umat Islam yang tidak pernah mau tau lagi dengan syariat Islam???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan komentarnya yang luar biasa, karena tulisan ini biasa-biasa saja..
terima kasih ^_^