tujuan awal sebuah formalitas, adalah mewakili dan memenuhi makna dari substansinya. dulu. kita menemukan bahwa surat menyurat, alur birokrasi dan regristrasi menjadi contoh besar sebuah formalitas yang memiliki substansi dan makna besar profesionalitas, formalitas yang mengikutinya memastikan bahwa makna besar profesionalitas tersebut terjamin dan tercapai. pemenuhan kebutuhan akan kelngkapan administrasi, kemudahan menjalankan sistem dan beberapa tujuan lainnya yang menjadikan latar belakang lahirnya formalitas bernama regristrasi, birokrasi dan sejenisnya.
substansi mengilmhami lahirnya sistem yang utuh dan terstruktur yang memakilinya yang bernama formalitas, dan berlatar belakang itulah, maka formalitas tidak akan pernah berdiri sendiri sebagai mana kemampuan sebuah substansi untuk berdiri sendiri. tujuan dan maksud utama-lah yang dimaknai sebagai substansi.
saya teringat dengan sebuah cerita, dizaman perang Vietnam (kalau tidak salah), pemberontak dikala itu membunuhi semua warga sipil yang menggunakan kaca mata, untuk menghapuskan intelektualitas dan menjadikan pemberontak sebagai penguasa, kenapa demikian? karna si pemberontak masih yakin (atau bisa jadi tertipu) bahwa setiap yang berkaca mata adalah orang cerdas yang rajin baca buku, karna mereka yakin dibalik kaca mata itu tersimpan sebah substansi bernama ilmu dan kecerdasan. dan itu dulu.
kini, tak seorangpun yakin dengan pernyataan bahwa "setiap yang berkaca mata adalah orang cerdas". karna substansi kaca mata sudah jauh bergeser dari yang dulunya sebagai alat bantu penglihatan, kini menjadi mode dan tren budaya. yang tidak mengalami gangguan penglihatan pun memakai kacamata, dengan alasan tren dan budaya. lalu apa jadinya jika pemberontak vietnam hadir lagi hari ini??
kita sering terjebak pada pemikiran bahwa formalitas akan selalu mewakili substansi padahal sebenarnya tidak, betapa banyak formalitas yang lahir saat ini dengan keraguan apa substansi dibaliknya.
tak bodoh ketika kita mau berfikir kecil, misalnya, kenapa kita harus pakai dasi?? atau kenapa kita harus bersepatu kulit??, ketika akan kuliah atau sekolah atau pertemuan penting. karna sebnarnya, tanpa dua hal itupun, tidak ada tujuan pembelajaran, tujuan kuliah atau tujuan presentasi terkurangi. saya salut dengan Ahmadinejad yang tidak pernah mau pakai dasi, dalam pertemuan sepenting apapun, (mungkin) karna Ia tahu, dasi tidak memiliki substansi apa apa.
semua formalitas bodoh itu lahir dari sikap ikut-ikutan dan unconfidence, yang terus dibenarkan oleh zaman, tanpa ada yang mau memprotesnya.. lucu... sangat lucu...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan komentarnya yang luar biasa, karena tulisan ini biasa-biasa saja..
terima kasih ^_^