Minggu, 14 Agustus 2011

pengorbanan dan kekecewaan

kita sering ragu dengan apa yang dinamakan pengorbanan dan kekecewaan. karna kita sendiri belum mampu mengukur seberapa pengorbanan kita apalagi kekecewaan.
kita sering merasa sudah berkorban terlalu besar relatif dibanding apa yang akan dicapai, sehingga lahirlah kekecewaan. ataupun sebaliknya, kita sering kecewa dengan hasil yang diperoleh karna merasa pengorbanan kita belum optimal.
tulisan ini tidak akan mendefinisikan cara mengukur pengorbanan atau cara mengukur tingkat kekcewaan hanya saja ingin menyadarkan satu hal.
hanya satu hal..
selama kita masih mendefinisikan apa yang kita lakukan sebagai pengorbanan maka apapun hasilnya akan selalu mengecewakan, benarkah? tentu, dan akan akan berbeda jadinya ketika kita mendefinisikan apa yang kita lakukan sebagai kebutuhan atau sebagai sesuatu yang menyenangkan yang tidak diselingi dengan adanya ekspektasi keuntungan masa depan.
pemahaman mengenai pengorbanan mengajarkan segala sesuatunya akan dibalas, akan ada imbal balik dan akan ada hasil yang lebih besar, sehingga seberapa besarpun dan luar biasanya hasil yang ada hanya kekecewaan. karna pengorbanan dan hasil tidak akan pernah terukur dan ukurannya tidak konstan atau berbeda relatif diantara setiap orang.
memang sulit untuk mulai melakukan sesuatu tanpa ada harapan balasan atau biasa disebut dengan ikhlas. tapi tidak ada ada salahnya jika kita memulai untuk tidak mengukur-ukur apa yang kita korbankan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan komentarnya yang luar biasa, karena tulisan ini biasa-biasa saja..
terima kasih ^_^