ku coba potret nyawa-nyawa yang bergantungan
pada pohon-pohon itu
ada satu nyawa yang menyapa
tapi yang lain diam
ia tersenyum
memandang jiwa yang mati dihadapnya
*ditulis tahun 2008
Selasa, 12 April 2011
Kamis, 07 April 2011
puisi
aku berdiri dengan terhuyung
merekam jejak napas
menghirup senja-senja yang tertinggal
lari dan menerawang terlindas roda-roda
yang terus berpacu dan menderu
Tanpa teringat api yang mulai padam
ada sebuah sajak yang tak akan pernah aku ceritakan padamu
kini kan ku bacakan dengan lidah ini
harus terus mengalair karna hujan tak pernah teduhdisini ada gelap menanti
jiwa berkeping
terpecah dalam remah-remah kecil
tapi ada dosa yang tertinggal
bolehkah aku maju selangkah
menjejak dan menghirup
klise-klise masa lalu
yang seharusnya sudah mati
dan kini tanpa ada yang terpisah
bolehkah aku punguti kepingan pagi
yang berlalu
dan kepingan senja yang menjelang..
*kedua puisi ini ditulis pada tahun 2008-an,
Langganan:
Postingan (Atom)