Kamis, 07 April 2011

puisi

aku berdiri dengan terhuyung
merekam jejak napas
menghirup senja-senja yang tertinggal
lari dan menerawang terlindas roda-roda
yang terus berpacu dan menderu
Tanpa teringat api yang mulai padam
                ada sebuah sajak yang tak akan pernah aku ceritakan padamu
kini kan ku bacakan dengan lidah ini
harus terus mengalair karna hujan tak pernah teduh








disini ada gelap menanti
jiwa berkeping
terpecah dalam remah-remah kecil
tapi ada dosa yang tertinggal

bolehkah aku maju selangkah
menjejak dan menghirup
klise-klise masa lalu
yang seharusnya sudah mati
dan kini tanpa ada yang terpisah

bolehkah aku punguti kepingan pagi
yang berlalu
dan kepingan senja yang menjelang..


*kedua puisi ini ditulis pada tahun 2008-an,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan komentarnya yang luar biasa, karena tulisan ini biasa-biasa saja..
terima kasih ^_^