namun tidak stiap orang dan individu manusia menyadari ini, ia hanya terlahir sebagai tukang kritik, tukang protes dan bersikap seolah-olah tak satupun yang dilakukan oleh orang lain adalah benar.
dalam konteks ini,pemerintah sering menjadi bulan-bulanan, para "pengamat" yang super cerdas selalu saja melihat pemerintah sebagai objek sumpah serapah dan caci maki, jangankan mengapresiasi kebijakan dan hal yang dibuat pemerintah, untuk sekedar memandang dari sudut netral saja mereka ("pengamat") tidak akan pernah mau. yang mereka tau, pemerintah selalu salah, tidak sanggup menyelesaikan permasalahan dan begini dan begitu.
jika pemerintah melakukan kasalahan mereka merasa sebagai orang terdepan yang harus mengkritik, "seharusnya pemerintah begini....., seharusnya presiden melakukan ini..." merasa tidak cukup dengan itu semua, mereka biasanya akan menambahkan ini dan itu sehingga media massa merasa rugi kalau tidak memberitakannya.
di sisi lain, jika pemerintah melakukan dan menunjukkan sebuah kemajuan, mereka akan mengatakan "tokoh ini cari muka.. si anu sedang mencari dukungan publik" plus menambahkan ini dan itu sehingga pemerintah merasa terpojook.
lalu mana yang benar? masyarakat awam yang tidak tahu apa apa terpaksa disuapi dengan pemberitaan seperti itu akan menelan mentah-mentah. yang pada akhirnya akan muncul ketidakpercayaan publik pada pemerintah. dan si tukan protes akan meras sebagai pahlawan yang merasa telah mengungkap kebenaran, walaupun sebenarnya mereka sedang mengadu domba dan menghancurkan bangsa yang besar ini.
*coba sejenak kita melihat pemerintah dari sudut yang berbeda, sudut keberhasilan dan kemajuan barangkali agar kita sadar bahwa bangsa ini tidak hanya bisa terus terpuruk tapi juga bisa maju dengan optimisme kita semua, tentunya...
